Sederhananya, margin trading adalah situasi di mana transaksi dilakukan dengan uang yang dipinjam dari pihak ketiga.
Rasio leverage menunjukkan perbandingan antara dana pinjaman dan deposit sendiri. Mari kita perhatikan lebih detail. Bayangkan Anda membutuhkan $2000 untuk melakukan transaksi, tetapi Anda hanya memiliki $1000. Jadi, Anda meminjam uang yang kurang tersebut dengan menggunakan uang deposit Anda sebagai jaminan. Rasio antara uang Anda sendiri dan nilai pinjaman ini disebut leverage.
Dalam kasus Anda, perbandingannya adalah 1:2. Namun, bisa juga 1:10, 1:50, 1:100, dan seterusnya. Semakin tinggi leverage yang Anda gunakan, semakin sedikit uang Anda sendiri yang Anda investasikan dalam kesepakatan tersebut. Sebagai contoh, ketika membuka transaksi senilai $1000 dengan leverage 1:1, Anda perlu menginvestasikan $1000 dari uang Anda sendiri. Namun, jika melakukan trading dengan leverage 1:50, jumlah deposit akan berkurang menjadi $40! Penggunaan leverage juga merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan nilai keseluruhan transaksi.
Misalkan Anda ingin membeli beberapa pulpen dengan harga yang sangat bagus. Satu pulpen harganya satu dolar. Saat bertransaksi tanpa leverage, Anda bisa membeli 1000 pulpen dengan uang $1000 Anda. Namun dengan leverage 1:10, Anda dapat meningkatkan nilai perdagangan hingga $10.000 dan membeli 10.000 pulpen dengan investasi $1000 Anda. Jika harga sebuah pulpen naik, katakanlah, setidaknya 5 sen, Anda dapat menjualnya dan meningkatkan deposit Anda menjadi $1500!
Namun jika pasar mengalami penurunan dan harga pulpen turun 10 sen, Anda akan kehilangan uang deposit Anda. Untuk menghitung penurunan harga di mana seluruh deposit hilang, gunakan rumus sederhana: Leverage memungkinkan Anda membuka trading dalam jumlah besar, tetapi risikonya meningkat secara proporsional. Jika digunakan dengan bijak, leverage dapat dengan cepat meningkatkan modal Anda!